Pada pagi ini, seorang wanita kudus berpakaian putih mengunjungi saya. Dia berkata, “Mari, aku akan memperlihatkan sesuatu kepada kamu yang belum kamu ketahui.”
Dia membawaku ke tempat surga, di mana kita masuk ke sebuah taman. Dia berkata, “Lihatlah bayi-bayi kecil itu.” Karena kami berada beberapa jarak dari mereka, saya tidak bisa melihatnya dengan jelas.
Saat kami mendekat, wanita kudus tersebut lembut menyelimuti sesuatu yang tampaknya seperti bangku dengan kain merah muda pucat, menyerupai kanvas, menutupi bayi-bayi kecil dari pandangan.
Saya bertanya padanya, “Bisakah kamu membukanya agar saya bisa melihat bayi-bayi itu?” Ada ribuan di antara mereka.
Dia menjawab, “Tidak, mereka tersembunyi. Aku tidak dapat mengungkapkannya lagi. Ini adalah perlindungan mereka. Aku harus melindungi dan menjaga mereka. Mereka sedang menunggu.”
Saya bertanya, “Mereka menunggu apa?”
Dia menjawab, “Mereka harus menunggu Tuhan untuk mengasihani mereka.”
Saya berkata, “Mereka sangat manis dan kecil. Tetapi mereka belum melakukan apa-apa. Mereka sangat murni.”
Pada saat itu, saya mengerti bahwa jiwa-jiva kecil tersebut semua telah meninggal tanpa dibaptiskan.
Wanita kudus berkata, “Aku memperlihatkannya kepada kamu agar kamu berdoa untuk mereka dan membebasinya serta menawarkannya ke Tuhan Kami.”
Saya berdoa untuk setiap satu di antara mereka dan menawarkan semua itu kepada Tuhan Yesus kami supaya Dia mengasihani mereka.
Sumber: ➥ valentina-sydneyseer.com.au